MODUL 4: MAKANAN TRADISIONAL SUNDA

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Langkah 1: Bacalah informasi di bawah ini!

MASAKAN SUNDA
Masakan Sunda adalah masakan dari masyarakat Sunda di Jawa Barat, Indonesia. Ini adalah salah salah satu makanan yang paling populer di Indonesia. Makanan Sunda memiliki ciri kesegaran bahannya, lalap terkenal dimakan dengan sambal dan juga karedokmenunjukkan kegemaran orang Sunda terhadap sayuran mentah segar. Berbeda dengan masakan minangkabau yang kaya rasa dan pedas dengan kandungan bumbu kari dan santan yang kental, masakan Sunda menampilkan citarasa yang ringan, sederhana, dan jelas; berkisar antara gurih asin, asam segar, manis ringan, dan pedas.
Sambal terasi adalah bumbu penyerta yang paling lazim dalam hidangan Sunda, dimakan dengan lalab atau tahu dan tempe goreng.Sayur asem dengan kuah berbumbu asam jawa mungkin adalah sayur yang paling populer dalam hidangan Sunda. Jenis sayuran populer lain adalah Soto Bandung, sejenis soto dengan irisan daging sapi dan lobak, serta mie kocok, sejenis mi dengan daging sapi dan kikil.
Ikan air tawar seperti ikan mas, gurami, ikan nila, dan lele lazim dikonsumsi dengan dimasak secara dibakar atau digoreng, umumnya disajikan dengan sambal dan kecap manis. Orang Sunda dikenal menggemari ikan asin dari hidangan laut. Berbagai hidangan ikan laut yang diasinkan seperti ikan asin bulu ayam, teri, cumi-cumi, jambal, ikan peda asin, dan ikan pari asin lazim ditemukan dalam hidangan Sunda sehari-hari. Pais atau pepes adalah cara memasak dengan menggunakan daun pisang sebagai pembungkus bahan pangan. Metode pepes ini sangat lazim ditemukan dalam seni memasak Sunda. Di antaranya, pais lauk emas atau pepes ikan mas adalah jenis pepes yang paling digemari.
Daging ayam biasanya digoreng atau dipanggang, juga biasanya disajikan dengan sambal dan kecap manis. Bakakak hayam adalah ayam bakar khas Sunda. Kadang kala ayam juga dapat dimasak sebagai pepes atau sop. Daging merah seperti daging sapi, kerbau, kambing, dan domba dapat dibumbui dengan campuran bumbu dan gula jawa dan digoreng menjadi empal gepuk yang ditaburi bawang goreng. Daging sapi dan kentang kadang kala dimasak dalam bumbu kecap manis sebagai semur daging. Hati sapi dan jengkol juga lazim dimasak semur. Daging kambing dan domba biasanya dijadikan sate, sate khas Sunda adalah sate maranggi dengan bumbu mengandung kecombrang. Gulai kambing dan empal gentong dari Cirebon juga populer sebagai sup daging.
Jika tradisi masakan Jawa menggemari tempe, orang Sunda amat menggemari oncom, keduanya adalah hasil fermentasi dengan jenis kapang yang berbeda; tempe dibuat dari kacang kedelai, sedangkan oncom dibuat dari kacang tanah. Seni memasak Sunda mengembangkan cara memasak dengan metode fermentasi, misalnya oncom, tauco (hasil adaptasi masakan Tionghoa Indonesia), atau makanan ringan seperti peuyeum (tapai) baik dari beras ketan atau singkong.
Rumah makan Sunda
Di rumah makan atau warung nasi Sunda, lazim makan dengan hanya menggunakan tangan. Biasanya disediakan kobokan, semangkuk air bersih yang kadang diberi irisan jeruk nipis agar memberikan aroma segar. Kobokan ini digunakan untuk membersihkan tangan sebelum dan sesudah makan. Kobokan juga biasanya disediakaan di rumah makan Padang dan rumah makan hidangan laut.
Rumah makan tradisional Sunda dan Jawa biasanya menyajikan cara bersantap secara lesehan; yaitu makan sambil duduk di atas tikar. Makanan biasanya disajikan di atas meja rendah, atau kadang diatas tikar. Cara makan ini sama dengan cara bersantap tradsional Jepang di atas tatami. Rumah makan tradisional Sunda di daerah pedesaan ada yang bergaya saung, yaitu semacam beberapa bangunan rumah panggung kecil yang umumnya dibangun di atas kolam ikan. Kolam ikan itu biasanya sekaligus memelihara ikan mas dan gurami yang dapat dipilih langsung oleh pelanggan untuk langsung dimasak.
Dalam kebudayaan populer Indonesia, rumah makan Sunda biasanya dapat dicirikan dengan nama “Kuring”, sehingga muncul salah kaprah mengenai makanan istilah “masakan kuring”. Istilahkuring dalam bahasa Sunda berarti saya, aku atau gue secara informal, santai, dan agak kasar. Penamaan ini akibat berbagai rumah makan berusaha meniru nama rumah makan Sunda terkenalLembur Kuring (Bahasa Sunda: “Kampung Halamanku”). Beberapa contoh rumah makan Sunda antara lain Lembur Kuring, Sari Kuring, Ponyo, Boboko, Mang Engking, Ma’ Uneh, Sindang Reret, Dapur Sunda, Bumbu Desa, Laksana, dan Ampera.

Langkah 2: Tuliskan masakan tradisional Sunda yang pernah kalian makan!
____________________ _______________________ ________________________
____________________ _______________________ ________________________
____________________ _______________________ ________________________

Langkah 3: Perhatikan bahan makanan dari singkong dan variasinya!
Soal makanan itu selera, tapi makanan tradisional khususnya makanan khas Sunda jauh lebih sehat karena banyak sayuran dan bahan makanan yang segar bebas dari unsur kimia yang dapat merusak kesehatan.
Makanan tradisional yang sehat ini harus dilestarikan. Siapa yang melestarikannya? Tentu saja orang Sunda dan orang Indonesia untuk makanan tradisional Sunda secara keseluruhan.
Makanan tradisional Sunda sangat bervariasi. Dari satu bnahan makanan bisa menjadi beberapa jenis makanan yang murah meriah dan sehat.]
Perhatikan contoh makanan dari singkong di bawah ini!

– Combro
– Misro
– Peuyeum
– Kiripik
– Katimus
– Enye
– Opak
– Gegetuk
– Urab singkong
– Bakecrot

– Juga dapat dibuat makanan modern dari singkong seperti cake, kue semprit singkong, kue lapis, dll.
Langkah 4: Tuliskan satu bahan lain dengan variasinya!
Bahan makanan: ________________________
Variasinya : ________________________ ________________________
____________________ _______________________ ________________________
____________________ _______________________ ________________________
____________________ _______________________ ________________________

Langkah 5: Perhatikan resep di bawah ini!
Resep di bawah menggunakan bahasa Sunda! Perhatikan baik-baik yang guru katakan, tuliskan terjemahan dari resep di bawah ini berdasarkan apa yang dikatakan guru!

Resep Cara Nyieun Combro dan Misro

Bahan Terjemahan:

• 1 kg parud hui ______________________________________
• 1/2 hulu parud kalapa ______________________________________
• 1 sdt uyah ______________________________________
Bahan eusi combro : ______________________________________

• 4 sihung bawang beureum ______________________________________
• 2 siung bawang bodas, dilemeskeun ______________________________________
• 1 mangkok oncom dileutikkeun ______________________________________
• Cengek sacukupna ______________________________________
• 3 batang daun bawang disiksik ______________________________________
• 3 batang daun sadri disiksik ______________________________________

Bahan eusi Misro ______________________________________
– Gula merah dissir ______________________________________

Cara Nyieun Combro atawa Misro: ________________________________________

1. Hui diparud dicampur jeung parud kalapa, jeung uyah.
___________________________________________________________________________________
2. kerecekkeun bawang beureum jeung bawang bodas lemes, asupkeun oncom, uyah, pedes,cengek, daun bawang jeung sadri.
___________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________
3. cokot adonan segede bola pingpong, tetelkeun terus eusian ku tumis oncom, terus bentuk jadi buleud lonjong, terus goreng dina minyak panas, suguhkeun
____________________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________________

Langkah 6: Tuliskan pendapatmu bagaimana belajar bahasa Sunda dengan praktik dalam keseharian dan melihat langsung yang dikatakan!

___________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________

Langkah 7: ayo membuat combro dari bahan yang tersedia. Setiap siswa membuat satu!

Tuliskan rasanya! _______________________________________________________________

Langkah 8 : UB 2 adalah membuat makanan tradisional Sunda karedok.

Yang harus kalian kerjakan:
1. Bekerja berkelompok
2. Menyerahkan resep karedok seperti menu di restoran
3. Membuat pembagian tugas dalam kelompok, siswa yang tidak megerjakan tugasnya akan dikurangi nilainya.
4. Sajikan karedok dalam satu piring dan dihias seperti menyajikan makan di rstoran. Berikan kepada satu
orang guru dan minta guru menilai karedok kalian (alaty penilaian akan disediakan)
5. Yang dinilai dalam kelas
a. Pembagian tugas kelompok
b. Kerjasama sat membuat
c. Kebersamaan ketika makan karedok tersebut (bila ada anggota kelompok tidak makan, nilainya akan dikurangi)
d. Kebersihan kelas setelah mengerjakan pembuatan karedok
e. Rasa

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن

Tentang Imas Eva

Melayani, mengabdi dan mendidik
Pos ini dipublikasikan di Bahasa Sunda, Menjadi Guru. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s