Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Tentang Imas Eva

Melayani, mengabdi dan mendidik
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

9 Balasan ke Hello world!

  1. Mr WordPress berkata:

    Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

  2. Izhharuddin Muhammad 10A

    2. Sinopsis : Surau desa yg misterius menyimpan sejuta
    misteri,kasus terakhir mendapatkan seorang kakek yang dikenal soleh dan taat beribadah mati misterius. Jika itu adalah kasus pembunuhan mengapa tidak ada jejak-jejak pelaku sama sekali?
    Benarkah kakek tersebut terkait konspirasi teori mengenai ketuhanan??

    3. a) Amanat : Kita tidak boleh hidup egois dalam arti hanya
    memikirkan dirinya sendiri untuk hidup di akhirat
    nanti,KIta juga harus berusaha sebaik mungkin
    menjalani kehidupan di dunia untuk sesama
    manusia.

    b) Tema :-Ketuhanan

    c) Seting : -waktu : Pagi hari
    -Tempat : Surau ,Rumah Ajo Sidi,Rumah Aku
    -Suasana : Menegangkan,Mengenaskan

    d) Alur : Campuran

    e) Penokohan : Aku=Protagonis
    Haji Sidi=Protagonis
    Ajo Sidi=Pembualis
    Istri Aku=Jujurisis
    Istri Ajo Sidi=Jujurisis

    f) Sudut Pandang :-Orang ke-3 pelaku utama
    -Orang pertama pelaku sampingan

    g)Teknik penggunaan bahasa :
    ‘Salahkah menurut pendapatmu, kalau kami, menyembah Tuhan di dunia?’ tanya Haji Saleh.
    ‘Tidak. Kesalahan engkau, karena engkau terlalu mementingkan dirimu sendiri. Kau takut masuk neraka, karena itu kau taat bersembahyang. Tapi engkau melupakan kehidupan kaummu sendiri, melupakan kehidupan anak istrimu sendiri, sehingga mereka kucar-kacir selamanya.

    Inilah kesalahanmu yang terbesar, terlalu egoistis. Padahal engkau di dunia berkaum, bersaudara semuanya, tapi engkau tak mempedulikan mereka sedikitpun.’ “

  3. Yumna Maghfira Nadine 10B

    sinopsis: seorang Kakek bunuh diri akibat mendengar bualan seorang Ajo sidi yang pandai membual dengan sindiran-sindiran pedas. Kakek itu tak lain adalah seorang Garin. Kakek bekerja sebagai pengasah pisau, dari situlah ia bertahan hidup mengais rejeki.

    Pada suatu ketika ia berbincang-bincang dengan Ajo Sidi. Sepulang dari perbincangan itu si kakek nampak murung dan kesal karena merasa tersindir oleh kata-kata Ajo Sidi yang menceritaka tentang seorang Haji Soleh yang masuk neraka meskipun dalam kesehariannya beribadah rutin dan beramal sholeh. Namun ia memprotes Tuhan saat tiba hari keputusan. Dan Tuhan pun menjelaskan apa sajakah alasan yang menyebabkan Haji Sholeh ini masuk neraka, “kamu tinggal di tanah Indonesia yang mahakaya raya,tapi, engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniyaya semua. Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang.”

    Karena lemahnya iman si kakek, hanya dengan begitu saja ia merasa sangat tersindir dan bunuh diri, semua orang terkejut atas kematian kakek itu kecuali Ajo Sidi, ia justru hanya berpesan kepada istrinya untuk membeli kafan 7 lapis dan kemudian pergi bekerja.

    Intrinsik :
    1. Tema : Lemahnya iman
    2. Setting : kota, pasar, jalan raya, kampung, surau tua, dsb.
    3. Alur : maju dan mundur, karena menceritakan tentang sebab meninggalkan seorang kakek penjaga surau dan kemudian menceritakan kembali lanjutan kisah tersebut.
    4. Penokohan :
    a) Aku : tokoh utama
    b) Kakek : pusat cerita seseorang yang lemah iman
    c) Ajo Sidi : si pembual yang berpengaruh besar dalam cerpen
    d) Haji Saleh : tokoh yang dimuculkan oleh Ajo Sidi
    5. Gaya bahasa : Gaya bahasa dalam cerpen ini menggunakan majas alegori dilihat dari cara berceritanya kebanyakan menggunakan lambang seperti penggambaran tentang akhirat.
    6. Amanat :
    – Janganlah mudah terpedaya oleh orang lain
    – Jangan mudah putus asa

  4. Indria Latief berkata:

    unsur ekstrinsik:

    1. amanat: Kita tidak boleh hidup egois mementingkan diri sendiri.
    2. tema: religi, keagamaan,
    3. setting: -waktu: pagi hari
    -suasana: menyedihkan,menegangkan
    -tempat: Surau, Rumah Ajo Sidi, Rumah Aku
    4. alur: campuran
    5. penokohan: aku: protagonis, baik
    haji sidi: protagonis,baik,tegar,sabar
    ajo sidi: pembohong, pembual
    Istri aku: jujur,baik
    Istri ajo sidi: jujur, baik
    6. sudut pandang: sudut pandang orang ketiga, pelaku utama sampingan
    7. gaya bahasa: formal

    ceritanya seru🙂 kalo baca novelnya tambah seru+menegangkan+sedih😦

  5. Indria Latief berkata:

    (+)
    sipnosis:
    Di suatu tempat ada sebuah surau tua yang nyaris ambruk. Hanya karena seseorang yang datang ke sana dengan keikhlasan hatinya dan izin dari masyarakat setempat, surau itu hingga kini masih tegak berdiri. Orang itulah yang merawat dan menjaganya. Kelak orang ini disebut sebagai Garin.

    Meskipun orang ini dapat hidup karena sedekah orang lain, tetapi ada yang paling pokok yang membuatnya bisa bertahan, yaitu dia masih mau bekerja sebagai pengasah pisau. Dari pekerjaannya inilah dia dapat mengais rejeki, apakah itu berupa uang, makanan, kue-kue atau rokok.

    Kehidupan orang ini agaknya monoton. Dia hanya mengasah pisau, menerima imbalan, membersihkan dan merawat surau, beribadah di surau dan bekerja hanya untuk keperluannya sendiri. Dia tidak ngotot bekerja karena dia hidup sendiri. Hasil kerjanya tidak untuk orang lain, apalagi untuk anak dan istrinya yang tidak pernah terpikirkan.

    Suatu ketika datanglah Ajo Sidi untuk berbincang-bincang dengan penjaga surau itu. Lalu, keduanya terlibat perbincangan yang mengasyikan. Akan tetapi, sepulangnya Ajo Sidi, penjaga surau itu murung, sedih, dan kesal. Karena dia merasakan, apa yang diceritakan Ajo Sidi itu sebuah ejekan dan sindiran untuk dirinya.

    Dia memang tak pernah mengingat anak dan istrinya tetapi dia pun tak memikirkan hidupnya sendiri sebab dia memang tak ingin kaya atau bikin rumah. Segala kehidupannya lahir batin diserahkannya kepada Tuhannya. Dia tak berusaha mengusahakan orang lain atau membunuh seekor lalat pun. Dia senantiasa bersujud, bersyukur, memuji, dan berdoa kepada Tuhannya. Apakah semua ini yang dikerjakannya semuanya salah dan dibenci Tuhan ? Atau dia ini sama seperti Haji Saleh yang di mata manusia tampak taat tetapi dimata Tuhan dia itu lalai. Akhirnya, kelak ia dimasukkan ke dalam neraka. Penjaga surau itu begitu memikirkan hal ini dengan segala perasaannya. Akhirnya, dia tak kuat memikirkan hal itu. Kemudian dia memilih jalan pintas untuk menjemput kematiannya dengan cara menggorok lehernya dengan pisau cukur.

  6. Lulu Mufidah berkata:

    Lulu Mufidah 10B

    2. Sinopsis : Sebuah surau di suatu desa yg di jaga oleh seorang kakek yang hidup miskin. Saat kakek itu meninggal, surau itu menjadi tidak terawat. Dan kematian sang kakek pun misterius

    3. a. Amanat
    Pelihara, jaga, dan jangan bermasabodoh terhadap apa yang kamu miliki

    4. b. Tema
    Lemahnya iman

    c. Seting : -waktu : Pagi hari
    Tempat : Surau ,Rumah Ajo Sidi,Rumah Aku
    Suasana : Menegangkan,Mengenaskan

    d. Alur : Campuran

    e. Penokohan : Aku=Protagonis
    Haji Sidi=Protagonis
    Ajo Sidi=Pembualis
    Istri Aku=Jujurisis
    Istri Ajo Sidi=Jujurisis

    f. Sudut Pandang :-Orang ke-3 pelaku utama
    Orang pertama pelaku sampingan

    g. Teknik penggunaan bahasa
    kata-kata, dan majas alegori, dan sinisme.

  7. Ghaisani Yasmin berkata:

    Ghaisani Yasmin 10B

    Sinopsis :
    Seorang kakek pengasah pisau dan juga sebagai garin, bunuh diri akibat merasa tersindir oleh Ajo Sidi, seorang pembual dengan yang pandai membuat sindiran pedas.

    Suatu hari sepulang berbincang-bincang dengan Ajo Sidi, kakek itu merasa kesal dan tersindir atas kisah yang di ceritakan Ajo Sidi kepadanya tentang Haji Sholeh yang masuk neraka.

    Dalam kisahnya, Haji Sholeh merupakan orang yang rajin dan senantiasa beribadat dan beramal sholeh kepada-Nya namun ternyata Haji Sholeh di masukan ke nerakanya. Saat Haji Sholeh protes, Tuhan menjawab, “kamu tinggal di tanah Indonesia yang mahakaya raya,tapi, engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniyaya semua. Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang.”

    Karena lemahnya iman Ajo Sidi, ia ditemukan meninggal dalam keadaan leher tergorok pisau cukur pada esok paginya akibat sedih, kesal, dan merasa tersindir.

    Tema : Akibat lemahnya iman
    Setting : Jalan raya, kota, surau tua, pasar, dll
    Alur : Maju dan mundur. Karena menceritakan sebelum
    kakek meninggal lalu melanjutkan kisahnya itu

    Penokohan :
    Aku (tokoh utama), Ajo Sidi (si mpembual), Haji Sholeh (yang diceritakan Ajo Sidi), Kakek

    Gaya bahasa : Gaya bahasa dalam cerpen ini menggunakan majas alegori dilihat dari cara berceritanya kebanyakan menggunakan lambang seperti penggambaran tentang akhirat.

    Amanat : jangan mudah terpengaruh orang lain
    Sudut Pandang : orang ketiga

  8. nailah rahmah/xB berkata:

    Nailah Rahmah 10-B

    Sinopsis:
    seorang kakek penjaga surau yang tinggal sendirian tanpa anak dan istri itu suka mrnolong orang-orang sekitar rumahnya tanpa berharap imbalan. Yang sering diterimanya ialah ucapan terima kasih dan senyum.

    tapi sekarang iya telah tiada. Surau yang dulu dijaga, dirawat, kini dipakai oleh orang-orang yang sama sekali tidak bertanggung jawab. iya meninggal dengan keadaan tragis yaitu sedang menggorok lehernya dengan pisau cukur yang baru saja diasahnya itu.

    suatu ketika aku menghampirinya ia sedang dudk dengan wajah suram. Lalu ia menceritakan kepada ku bahwa si “ajo sidi” menceritakan sesuatu ke kakek dan dia tidak mengatakan kakek terkutuk, tapi begitulah kira-kiranya

    tema: Akibat lemahnya iman
    Sudut pandang:orang ketiga
    alur: maju mundur
    latar: Di surau
    Amanat: jangan terlalu fokus dengan ibadah, yang lain juga harus diperhatikan
    penokohan: tokoh utama: kakek
    penyindir (tokoh sampingan): ajo sidi

  9. 2.
    Cerpen ini menceritakan seorang Kakek yang mati bunuh diri akibat mendengar bualan seorang Ajo sidi yang pandai membual dengan sindiran-sindiran pedas. Kakek itu tak lain adalah seorang Garin. Kakek bekerja sebagai pengasah pisau, dari situlah ia bertahan hidup mengais rejeki.
    Pada suatu ketika ia berbincang-bincang dengan Ajo Sidi. Sepulang dari perbincangan itu si kakek nampak murung dan kesal karena merasa tersindir oleh kata-kata Ajo Sidi yang menceritaka tentang seorang Haji Soleh yang masuk neraka meskipun dalam kesehariannya beribadah rutin dan beramal sholeh. Namun ia memprotes Tuhan saat tiba hari keputusan. Dan Tuhan pun menjelaskan apa sajakah alasan yang menyebabkan Haji Sholeh ini masuk neraka, “kamu tinggal di tanah Indonesia yang mahakaya raya,tapi, engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniyaya semua. Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang.”
    Karena lemahnya iman si kakek, hanya dengan begitu saja ia merasa sangat tersindir dan bunuh diri, semua orang terkejut atas kematian kakek itu kecuali Ajo Sidi, ia justru hanya berpesan kepada istrinya untuk membeli kafan 7 lapis dan kemudian pergi bekerja.

    3.A.amanat:1) jangan cepat marah kalau diejek orang,
    2) jangan cepat bangga kalau berbuat baik,
    3) jangan terpesona oleh gelar dan nama besar,
    4) jangan menyia-nyiakan yang kamu miliki, dan
    5) jangan egois.

    B.tema: lemahnya iman
    C.seting:kota, pasar, jalan raya, kampung, surau tua.
    D.alur:maju dan mundur, karena menceritakan tentang sebab meninggalkan seorang kakek penjaga surau dan kemudian menceritakan kembali lanjutan kisah tersebut.
    E.penokohan:1) Tokoh Aku berwatak selalu ingin tahu urusan orang lain.

    2) Ajo Sidi adalah orang yang suka membual

    3) Kakek adalah orang yang egois dan lalai, mudah dipengaruhi dan mempercayai orang lain.

    4) Haji Soleh yaitu orang yang telah mementingkan diri sendiri.
    F.orang pertama pelaku sampingan.
    orang ketiga pelaku utama.
    G.teknik pengguna bahasa:majas personifikasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s